Menua bersama Cinta


Tiga bulan lalu pada Empat Februari

Hari dimana terjawab sekian insekuriti

Melenggakan rasa khawatir dan grogi

Mengubah yg haram menjadi hal yg diridhoi


Tiada Wahyu sangka kita melangkah sejauh ini

Harapan yg pesimis ternyata berbuah manis

Dari seruan geologi hingga berucap janji suci 

Wahyu menangis saat cincin melingkar di jari manis


Wahyu dan Tifah menjadi satu keluarga

Bercampur antara tangis dan senyum bahagia 

Doa yg dahulu berharap bersatu

Alhamdulillah telah terwujud di hari itu 


Perjalanan yg panjang mencapai satu peristirahatan 

Persahabatan berubah menjadi rumah pernikahan 

Masih tak kusangka, Tifah menjadi teman hidup Wahyu selamanya

Terimakasih sudah menerima Wahyu yg banyak kurangnya 


Tiga bulan berlalu, tak terasa telah terlewat banyak waktu

Maafkan Wahyu yg masih belum menjadi lelaki impian Tifah

Masih malu-malu dan sungkan mengungkapkan sesuatu

Juga terkadang kekanak-kanakan dalam menghadapi Tifah


Di hari ini, hari yg istimewa bagimu, bagiku juga

Wahyu mengucapkan selamat ulang tahun pada Tifah

Semoga doa dan harapan Tifah dikabulkan oleh-Nya

Semoga berbahagia dan tentram selalu untuk Tifah


Wahyu harap kita bisa selalu berpelukan hingga hidup dalam keabadian 

Perjalanan panjang semoga kita bisa lalui dengan berpegang tangan 

Jangan lupa untuk saling menjaga dan menasehati 

Berkomunikasi dan berkompromi untuk saling melengkapi 


Selamat bertambah usia, Istriku

Salam rindu dan cinta dari suamimu



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hanya Dirimu

Puisi Bahasa DotA #3

Terimakasih dua ribu dua puluh