Bunga Favoritku


Sebelum mentari terbit pagi ini
Ku kembali ke taman yang dulu pernah ku singgahi
Di taman itu, bunga-bungaku yang dulu telah layu
Ingin rasanya ku tanami dengan yang baru

Ku berharap bunga ini akan terus tumbuh dan ada
Memenuhi taman bungaku dengan hal-hal indah
Memberikan wangi yang menarik burung dan serangga
Dan kekaguman bagi siapapun yang memandangnya

Aku pupuk dengan penuh sabar dan cinta
Aku siram tiap harinya dengan air dan doa
Masih dengan harapan yang sama
Masih dengan mimpi untuk membuat taman bunga yang indah

Di suatu sore, di kala senja menyapa
Bunga itu entah kenapa tiba-tiba layu
Kukira akan terus tumbuh setalah aku siram dan memupuknya
Ternyata tidak, bunga itu tak lagi tumbuh

Sari bunga itu terbang pergi
Semakin tinggi menuju angkasa
Kupandangi setiap sarinya yang semakin hilang dari mata
Sambil sesekali ku menangis melihat bunga yang lain mati

Malam pun datang menyapa
Ku harap pagi akan segera tiba
Walaupun butuh waktu yang sangat lama
Ku menanti dengan sabar dan penuh doa

Aku ingin melihat bunga itu tumbuh lagi
Walaupun rasanya mustahil untuk terjadi
Kalaupun bunga itu tumbuh di taman yang berbeda
Rasanya aku akan tetap tersenyum melihatnya

Aku tak berdaya menahannya pergi
Aku tak mampu dan tak mau berjanji ini itu
Ku biarkan sari bunga itu memilih tempatnya untuk tumbuh kembali
Entah nanti di sini atau di tempat yang baru

Ku lihat jam dinding masih jam satu malam
Mungkin waktunya mataku memenjam
Ku ucap doa agar sari itu dapat kembali pagi nanti
Walaupun aku tahu betapa sulitnya itu terjadi
Kalaupun tidak juga tidak apa apa
Aku yakin segala ketetapan-Nya adalah baik untuk semua

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hanya Dirimu

Puisi Bahasa DotA #3

Terimakasih dua ribu dua puluh