K A M I



Ku terdampar di sini
Di sebuah pulau ku kira tak berpenghuni
Berselimut sepi, terselubung sunyi
Angin berbisik hal yang tak ku mengerti

Ku berjalan menuju gelapnya hutan
Ditemani sinar bintang dan rembulan
Ku berdiri di ujung sebuah tebing
Terlihat sebuah tempat yang asing

Perlahan ku beranjak dari tempatku berdiri
Menuju tempat yang asing tadi
Rasa penasaran terus menggelayuti pikiran
Banyak pula ketakutan yang harus aku lawan

Sesampainya di tempat itu...
Semua rasa bercampur jadi satu
Wajah-wajah baru menyambut dengan haru
Memberi senyuman penuh kehangatan 

Hari-hari berlalu
Aku mulai terbiasa di lingkungan baru
Merasakan sebuah dekapan penuh kehangatan
Menyiratkan rasa indah kekeluargaan

Perdebatan, pertengkaran, dan perbedaan yang terjadi
Takkan hilangkan satu esensi yang sangat berarti
Sebuah kaidah yang mulia dan utama
SENANG SUSAH SAMA-SAMA

Dari sini aku mulai belajar satu hal
Sebuah kasih tulus yang bukan abal-abal
Yang menguatkan sebuah ikatan penuh kasih sayang
Yang dibangun oleh kesadaran akan arti kekeluargaan 

Enam bulan sudah aku berada di sini
Berkumpul bersama orang-orang yang baik hati
Kata aku, kami, kita, mereka pun berganti
Menjadi satu kata penuh arti
Yakni KAMI

Memang sudah banyak gunung yang kami daki
Namun masih ada lautan luas yang harus kami sebrangi
Dan di sebrangnya, ribuan gunung dan lembah tlah menanti
Tapi aku tahu kami tidak akan pernah berhenti
Karena akan ada tangan yang merangkul saat ada yang tersungkur
Pasti selalu ada senyuman yang menguatkan saat ada tangisan penderitaan
Dan orang-orang yang selalu mendorong dari belakang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hanya Dirimu

Puisi Bahasa DotA #3

Terimakasih dua ribu dua puluh